Bendera [sebuah puisi]
Dia bukan pujaan Dia lambang kejayaan Kibaranya menggentakkan hati lawan Walau hanya selembar kain, namun tak boleh disepelekan Karena sebuah kewibawaan dipertaruhkan Kibarnya mewakili kedaan Tentang kuatnya sebuah peradaban Telah banyak pahlwan berkonban Demi sebuah kehormatan di medan pertempuran Tebasan pedang tak dihiraukan Demi berkibarnya sang lambang kejayaan Sobeknya membuat hati miris Dibakarnya membuat hati gerah Amarah bukan lah alasan tuk jadi permusuhan Kehormatan lah yang jadi ghirah persatuan Tuk mengangkat sang lambang kejayaan Bersama menuju peradaban yang penuh kedamaian