Posts

Showing posts from June, 2019

Kopi Pilihan [Sebuah Puisi]

Image
Kopi Pilihan Oleh Elmahfuzh Malam adalah geming panjang dari gumam-gumam pencari angin.  Pencuri angan. Dan pemburu ingin.  Bila kau mencariku, carilah aku di sela-sela napas mereka. Atau di pahit pesta kesepian. Atau di kopi para penemu kesedihan.  Aku sering disebut laki-laki peramal lampu.  Walaupun lampu tak pernah mengantar pagiku.  Tapi, sering sekali mengutarakan pergimu. Di atas meja kayu, berbalas hati. Atau berbelas mati.  Kau sendiri dikoyak sepi.  Dan aku mati menuju pagi.  Jakarta, 5 Juni 2019

Seperti Hujan, Setelah Airmata Pasti Ada Pelangi [Sebuah Puisi]

Image
Seperti Hujan, Setelah Airmata Pasti Ada Pelangi Oleh Elmahfuzh Cinta itu tumbuh dan bersemi Dari daun yang gugur ramai-ramai Dari hujan yang melahirkan kesepian Cinta adalah halaman rumah pencarian Gugur guntur adalah gelagat gemetaran Rinai runtuh, ripuk rapuh, rebah rima-rima rindu Randu rindang, jatuh seluruh kehangatan Tersipu malu, lalu lumpuh pilu sembilu Acapkali akal angkat alasan asal-asalan Sembunyikan hati yang terbakar resah Atas semua yang patah, cinta tanpa kesesalan Pada hujan yang turun, airmata juga basah Jakarta, 13 Mei 2019