CITA CITA
Dijaman Belanda, penjajah mengkapling-kapling pekerjaan bagi penduduk negeri jajahan ini agar mudah mereka kuasai. Perdagangan hanya diarahkan untuk kaum minoritas dari timur (Arab, China dan India), sedangkan penduduk pribumi diarahkan oleh mereka untuk bertani tanaman-tnaman yang utamanya untuk kebutuhan mereka. Agar mudah dikendalikan oleh penjajah ini pula, tokoh-tokoh masyarakat pribumi diangkat menjadi priyayi – pekerjaannya enak, terhormat dan bergaji tinggi. Maka mayoritas penduduk pribumi negeri ini yang menderita saat itu punya cita-cita untuk anak-anaknya : ‘kelak kalau sudah besar jadi priyayi’ ! Ratusan tahun berlalu, tetapi cita-cita untuk menjadi priyayi, menjadi pegawai yang digaji tinggi dengan pekerjaan yang enak dan terhormat ini tetap menghantui mayoritas penduduk negeri ini – lagi pula siapa yang tidak mau memiliki pekerjaan enak, terhormat dan bergaji tinggi ? semua juga mau. Maka tidak ada yang salah dengan cita-cita ini sebenarnya, tetapi sebagaimana vi...